Cara Absensi Monev MagangHub Kemnaker: Alur Lengkap
Diperbarui 5 Februari 20267 menit baca
Alur singkat
Portal Monev MagangHub Kemnaker meminta kehadiran harian beserta tiga kolom laporan: Uraian Aktivitas, Pembelajaran, dan Kendala. Isinya tetap Anda yang menulis. Yang diotomatiskan hanyalah pengulangan: teks yang sama disusun ulang dan dikirim pada tanggal yang benar, tanpa Anda buka portal tiap hari.
Empat langkah besar
- Daftar akun aplikasi, lalu login ke dashboard.
- Simpan email dan password Monev Anda di menu Kredensial.
- Isi tiga kolom template laporan sekali, masing-masing minimal 100 karakter.
- Kirim manual satu klik, atau nyalakan jadwal otomatis.
Setelah template tersimpan, aktivitas harian Anda hanya dua hal: mengecek Riwayat, dan mengubah isi template bila kegiatan Anda berubah. Sisanya berjalan sendiri.
1. Simpan kredensial Monev
Buka menu Kredensial dan masukkan email serta password akun MagangHub Kemnaker Anda. Kredensial ini dipakai aplikasi untuk login ke portal atas nama Anda saat mengirim laporan, jadi harus benar dan harus bisa dipakai ulang. Bukan kata sandi akun aplikasi ini.
Karena itu kata sandi Monev tidak di-hash seperti kata sandi biasa, melainkan dienkripsi dua arah dengan AES-256-GCM. Ada konsekuensi jujur yang perlu Anda tahu: enkripsi dua arah berarti pengelola yang memegang kunci secara teknis mampu membukanya. Karena itu jangan memakai kata sandi yang juga dipakai di layanan lain.
Kalau login otomatis gagal
Ada jalur cadangan: menempel cookie sesi (token) dari browser secara manual. Langkahnya dibahas terpisah di panduan mengambil token Monev.
2. Isi tiga kolom template
Buka menu Template Laporan. Di sana ada tiga kolom tetap yang sama seperti portal: Uraian Aktivitas, Pembelajaran, dan Kendala. Tulis isinya sekali, simpan, lalu dipakai ulang setiap hari.
Aturan panjang yang harus dipenuhi
- Setiap kolom minimal 100 karakter setelah spasi di tepi dipangkas. Angka ini aturan portal, bukan selera aplikasi.
- Setiap kolom maksimal 5000 karakter, mengikuti batas textarea portal.
- Anda bisa memakai placeholder seperti {tanggal} supaya laporan tidak terlihat sama persis setiap hari.
Penghitung karakter tampil langsung saat Anda mengetik. Ini disengaja: aturan 100 karakter milik portal, dan Anda sebaiknya tahu sebelum menekan Simpan, bukan sesudah pengiriman gagal.
3. Pilih cara pengiriman
| Cara | Kapan dipakai | Yang Anda lakukan |
|---|---|---|
| Manual satu klik | Saat ingin memeriksa dulu isinya | Tekan Kirim di dashboard |
| Terjadwal (otomatis) | Saat laporan rutin tiap sore | Nyalakan sakelar Otomasi |
Mode manual adalah bawaan. Mode terjadwal bersifat opsional dan bisa dimatikan kapan saja. Keduanya mengirim ke portal langsung dari server aplikasi, jadi tidak ada browser yang perlu dibuka dan tidak ada ekstensi yang perlu dipasang.
Satu hari, satu kali
Jangan mengirim dua kali untuk tanggal yang sama. Portal akan menolak pengiriman kedua dengan status presensi sudah ada. Pilih satu cara per hari: manual atau terjadwal, bukan keduanya.
4. Periksa Riwayat
Menu Riwayat mencatat setiap percobaan kirim, termasuk yang gagal dan yang ditolak karena sudah ada. Catatan ini yang menjadi kebenaran sebenarnya, bukan tebakan. Tiga status yang akan Anda temui: terkirim, sudah ada, dan gagal.
Kebiasaan yang berguna: cek Riwayat setiap sore setelah jadwal otomatis berjalan, supaya absensi tidak pernah terlewat tanpa Anda sadari. Kalau ada yang gagal, langkah penanganannya dibahas di panduan mengatasi error pengiriman.
Apa yang tidak dilakukan aplikasi ini
- Tidak menulis laporan menggantikan Anda. Isi template tetap dari Anda.
- Tidak menembus proteksi portal. Kalau portal membalas terlarang, pesannya ditampilkan apa adanya, tanpa memalsukan identitas atau memakai proxy.
- Tidak menjamin pengiriman bila portal Monev berubah. Bila itu terjadi, Anda tetap bisa menyalin isi template dan mengirimnya manual dari situs Monev.